RUU Kepabeanan tampung PSI

RUU Kepabeanan memungkinkan diterapkannya lagi sistem pemeriksaan barang impor di negara asal yang dikenal dengan sistem Pre-shipment Inspection (PSI).

Dalam Penjelasan Pasal 3 ayat (3) RUU Kepabeanan disebutkan dengan pertimbangan kelancaran arus barang dan pengamanan penerimaan negara, pemeriksaan pabean juga bisa dilakukan di luar daerah pabean oleh pejabat bea dan cukai atau pihak lain yang bertindak untuk dan atas nama Ditjen Bea dan Cukai.

“Pasal ini bisa menjadi pintu masuk bagi sistem PSI,” ungkap eksekutif sebuah perusahaan jasa verifikasi, yang enggan disebut namanya, kepada Bisnis akhir pekan lalu.

RUU ini bersama RUU Cukai dan tiga RUU Perpajakan sudah diserahkan pemerintah ke DPR. Namun belum diperoleh keterangan kapan kelima RUU itu dibahas.

Dirjen Bea dan Cukai Eddy Abdurrachman menyatakan dalam penjelasan Pasal 3 RUU Kepabeanan memang dimungkinkan pemeriksaan pabean di luar negeri yang akan dilakukan oleh Bea dan Cukai Indonesia atau pihak lain yang bekerja untuk dan atas nama Ditjen Bea dan Cukai.

“Namun pemeriksaan pabean itu akan dilakukan aparat Bea dan Cukai yang ditempatkan di negara bersangkutan atau oleh aparat pabean setempat berdasarkan suatu kerja sama bilateral. Jadi, bukan dimaksudkan untuk mengubah menjadi sistem PSI, seperti dulu,” ujarnya kepada Bisnis di Jakarta kemarin.

Sistem tersebut, menurut dia, juga sudah diterapkan oleh petugas Bea dan Cukai seperti di Northern Teritority (Negara bagian Australia). Hal tersebut dilakukan menyusul penandatanganan naskah kerja sama Ditjen Bea dan Cukai Indonesia dan Bea dan Cukai NT, Australia Utara.

Sebagai tindak lanjut kerja sama itu, Ditjen Bea dan Cukai kini menempatkan petugasnya di negara bagian tersebut yang bertugas memeriksa semua barang yang bakal diekspor ke Indonesia.

“Karena sudah dilakukan pemeriksaan oleh petugas kita, pemeriksaan tersebut valid. Sehingga setibanya di Indonesia barang tersebut bisa langsung dikirim ke importir. Tidak ada lagi pemeriksaan pabean di sini,” kata Eddy.

Hal yang sama diterapkan Amerika Serikat setelah peristiwa 11 September 2001. Melalui sistem Container Security Inspection (CSI), semua kontainer yang akan masuk AS harus diperiksa terlebih di negara asal oleh pejabat dari administrasi pebaen AS.

Dokumen tunggal

Eddy menjelaskan pasal tersebut juga menjadi landasan hukum saat Indonesia menerapkan sistem dokumen tunggal sebagaimana direkomendasikan oleh Organisasi Pabean Dunia (World Customs Organization).

Dalam sistem dokumen tunggal, kata Eddy, dokumen ekspor yang diterbitkan negara lain akan menjadi dokumen impor di negara tujuan. Hasil pemeriksaan pejabat bea dan cukai negara tersebut diakui keabsahannya sehingga petugas bea dan cukai negara tujuan tidak perlu lagi melakukan pemeriksaan yang sama.

“Misalkan antara Ditjen Bea Cukai Indonesia dan Bea Cukai Jepang menjalin perjanjian bilateral mengenai penggunaan single dokumen. Ekspor Indonesia ke Jepang tidak perlu lagi dilakukan customs clearance [pemeriksaan pabean] karena hasil pemeriksaan Bea Cukai Indonesia otomatis diakui oleh pejabat Bea Cukai Jepang. Demikian sebaliknya.”

Sistem dokumen tunggal saat ini menjadi salah satu isu penting dalam setiap pertemuan para Dirjen Bea dan Cukai negara-negara anggota Asean. Kawasan ini berencana menerapkan sistem dokumen tunggal untuk memperlancar arus barang.

“Jalur Prioritas jauh lebih efisien dibandingkan PSI yang prosesnya memakan waktu berminggu-minggu di negara asal,” kata Dirjen Bea dan Cukai Eddy Abdurrachman. (Parwito/Bisnis Indonesia 22 September 2005)

Tentang parwitoparwito

it is about my opinion.... it all about my world
Pos ini dipublikasikan di Bea & Cukai. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s