Sekitar 250.000 NPPKP akan dicabut Sistem restitusi PPN dibenahi

Proses pengembalian kelebihan pembayaran pajak atau restitusi dipastikan akan memakan waktu lebih lama karena Ditjen Pajak mengharuskan seluruh faktur pajak dikonfirmasi dan dilakukan secara manual.

Berdasarkan Surat Edaran No. 01/PJ.52/2006 tentang Perekaman SPT Masa dan konfirmasi faktur pajak yang ditandatangani Dirjen Pajak Hadi Poernomo, konfirmasi faktur pajak secara manual tersebut dilakukan karena sistem aplikasi konfirmasi pada Internet Ditjen Pajak tidak dapat diakses lagi.

“Konfirmasi wajib dilakukan secara manual terhadap seluruh faktur pajak yang dapat diperhitungkan,” tulis Hadi Poernomo dalam SE yang diteken pada 10 Februari lalu.

Ditjen Pajak telah membangun SIP (sistem informasi pajak) sejak beberapa tahun lalu. Salah satu sistem yang digunakan untuk membantu percepatan proses restitusi adalah sistem PK-PM (pajak keluaran dan pajak masukan) Pajak Pertambahan Nilai.

Melalui aplikasi ini dapat diperoleh informasi PK-PM antara Pengusaha Kena Pajak (PKP) penjual dan PKP pembeli. Sistem itu bisa digunakan untuk PKP yang berada pada satu Kantor Pelayanan Pajak dalam satu kanwil maupun beda kanwil.

Dirjen Pajak menjelaskan sistem informasi pajak tersebut tidak bisa diakses lagi karena sedang dalam penyempurnaan. Namun tidak dijelaskan sampai kapan penyempurnaan tersebut selesai.

Kuat dugaan, SE tersebut terbit sebagai respons atas munculnya kasus restitusi yang dilakukan eksportir fiktif di KPP Pademangan, Jakarta Utara beberapa waktu lalu. Jika konfirmasi faktur pajak dilakukan secara manual, hampir dipastikan kemudahan fiskal berupa percepatan persetujuan restitusi yang selama ini dinikmati pengusaha hanya tinggal mimpi. Persetujuan restitusi akan kembali pada ketentuan undang-undang, yaitu paling lama 12 bulan.

Selain konfirmasi manual, melalui SE tersebut Dirjen Pajak juga mencabut SE No. 07/PJ.54./1994 tentang Konfirmasi faktur pajak yang berjumlah Rp2 juta ke bawah. SE yang ditandatangani semasa Ditjen Pajak dipegang Fuad Bawazier ini menegaskan faktur pajak yang nilainya di bawah Rp2 juta tidak perlu lagi dikonfirmasi karena akan menambah beban KPP yang harus menjawab konfirmasi tersebut.

Konfirmasi untuk faktur pajak di bawah Rp2 juta hanya dilakukan jika Kepala KPP curiga bahwa faktur pajak tersebut palsu, fiktif, terdapat keraguan atas kebenarannya atau merupakan pemecahan faktur pajak secara tidak sah. Jika konfirmasi tetap dilakukan, maka KPP yang meminta konfirmasi harus memberikan alasan.

Cabut PKP tidur

Sjarifuddin Alsjah, Direktur Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Tidak Langsung Lainnya Ditjen Pajak, menjelaskan Ditjen Pajak tengah melakukan pembenahan pada sisi PM (pajak masukan), sedangkan Ditjen Bea dan Cukai melakukan pembenahan pada sisi PK (pajak keluaran) melalui rekonsiliansi antara dokumen pemberitahuan ekspor barang (PEB) dan manifest fiat muat. Jika kedua sisi itu berjalan simetris, maka pembenahan sistem restitusi akan selesai dalam waktu dua hingga tiga bulan ke depan.

Ditjen Pajak berencana mengumumkan sistem restitusi baru pertengahan tahun ini, bersamaan dengan perubahan formulir faktur pajak yang sedianya akan diberlakukan awal tahun depan.

Bersamaan dengan itu, Ditjen Pajak juga akan mengumumkan pencabutan sekitar 45% nomor pengukuhan pengusaha kena pajak (NPPKP) yang selama ini tidak aktif. Jumlah PKP yang terdaftar sekitar 580.000 pengusaha atau sekitar 250.000 NPPKP.

Sjarifuddin mengakui SE tersebut akan membuat wajib pajak yang selama ini patuh menjalankan administrasi dan kewajiban pajak akan terkena getahnya. “Gimana lagi, dikasih kemudahan malah disalahgunakan. Ini pelajaran bagi wajib pajak,” katanya kepada Bisnis tadi malam.

Apakah ini akan membuat proses restitusi memakan waktu maksimal (12 bulan)? “Sudah pasti. Dengan sistem manual dan semua faktur pajak wajib dikonfirmasi maka proses restitusi akan makan waktu lama. Ini dilakukan demi mengamankan penerimaan PPN,” katanya. (parwito/Bisnis Indonesia 28 Februari 2006)

Tentang parwitoparwito

it is about my opinion.... it all about my world
Pos ini dipublikasikan di Opini dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s